Senin, 28 April 2014

Tugas Fisika (GGL Induksi)


1.     





Kawat berbentuk U dengan hambatan R = 10 Ω dan kawat ab panjang L = 10 cm, yang dapat digerakan, diletakan dalam medan magnet B = 0,1 T. Bila kawat ab digerakan kekanan timbul arus induksi 1,5 x 10-2 A dalam kawat ab. Berapa besar kecepatan gerak kawat tersebut?

2.    Sebuah kumparan horizontal yang berjari-jari 5 cm dan terdiri dari 40 lilitan diletakkan tegak lurus dalam medan magnetik 0,3 T. Tentukan GGL induksi antara ujung-ujung kumparan bila dalam selang waktu 0,02 s medan magnetik berbalik arah.


3.   Sebuah pesawat terbang kecil dengan panjang bentangan saya secara mendatar ke arah utara pada kelajuan 60 m/s dalam suatu daerah dimana medan magnet 60 miuT berarah 600 kebawah terhadap arah mendatar (bawah). Berapa besar GGL induksi antara ujung-ujung sayap?

4. Sebuah kumparan dari 100 lilitan adalah tegak lurus terhadap medan magnetik sehingga fluks magnetik yang melalui kumparan adalah 200 x 10-6 wb. Kumparan ditarik secara tepat sehingga fluks magnetik yang dilingkupnya berkurang menjadi nol dalam waktu 0,1 s. Tentukan GGL induksi rata-rata pada kumparan!


5.  Sebuah penghantar panjangnya 80 cm digerakan didalam medan magnet dengan kecepatan 20 m/s. Jika tegangan ujung-ujung penghantar 0,5 volt. Berapa kuat medan magnetnya?

6.      Perhatikan pernyataan berikut!
1)      Jumlah lilitan
2)      Kecepatan putaran
3)      Induksi magnet
4)      Hambatan kumparan
Faktor yang mempengaruhi besarnya GGL pada generator adalah..
Jawab :

Minggu, 20 April 2014

TEMA "DEMOKRASI" (Puisi)



MENJELANG PEMILU

Aku terpaku melihatnya
Aku terdiam mendengarnya
Para pemimpin itu
Tidak berhak atasnya

Banyak ambisi yang ingin dicapai
Untuk apa memimpin jika hanya jabatan
Untuk apa berkampanye jika tangan kotor
Domokrasi yang bersih sudah sangat tipis

Miris dan pedih..
Mau diapakan negara ini ?
Apa yang harus dilakukan ?
Siapa yang harus dipilih ?

Dua hari lagi..
Tak bisa terpikirkan lagi
Harus yakin dan harus bisa
Memilih pemimpin yang adil


TEMA "Definisi Warga Negara Yang Baik"





Warga negara yang baik pada dasarnya dilihat dari warga negara yang berhasil dalam menjalankan perannya masing-masing disetiap bidang yang ditekuni dan juga harus selalu respon terhadap kuputusan-keputusan pemerintah dan selalu peduli terhadap negaranya sendiri dengan memakai prinsip demokrasi. Tidak hanya itu saja, warga negara yang baik juga harus memiliki sikap rasa hormat dan bertanggung jawab selain itu selalu bersikap jujur, terbuka dan kritis dalam setiap apa yang dia lakukan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Bangsa adalah orang–orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri atau bisa diartikan sebagai kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi. Jadi Bangsa Indonesia atau warga indonesia sendiri adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara.

Hak dan kewajiban warga negara yang baik terutama kesadaran bela negara akan terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia sungguh–sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari–hari. Pembelaan negara merupakan sebuah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Warga negara yang baik seharus memiliki ciri-ciri taat kepada Hukum, tanggung jawab, cinta tanah air, sopan, santun  dan ramah tamah. Dalam gambaran warga negara yang baik sendiri merupakan pemberdayaan warga negara optimalisasi pengembangan peranan warga negara akan menunjang proses menjadi demokrasi, jika mampu meningkatkan efektifitas masyarakat politik sehingga mampu melakukan kontrol da menguasai negara. Itu sebabnya warga negara yang baik harus mampu membangkitnya negaranya dan menjaga nama baik bangsa dan negara.