1. Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA
dalam kehidupan sehari-hari (5 contoh dan analisis)!
Jawab:
Etika terbagi menjadi dua yaitu
etika deskriptif yang berbicara tentang suatu fakta yaitu tentang nilai dan
pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam
kehidupan masyarakat dan etika normatif, yaitu etika yang memberikan penilaian
serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan
norma yang berlaku. Beberapa penerapan etika dalam kehidupan sehari-hari yaitu.
a. Etika berpakaian, dimana dalam menggunakan
pakaian harus mengetahui kondisi dan lingkungan. Contohnya seperti berpakaian
dalam kantor yang terlalu terbuka jika di kantor terdapat peraturan mengenakan
pakaian tertutup. Jangan sampai atasan dan rekan kerja tidak nyaman melihat
pakaian yang digunakan.
b. Etika bertelepon, dimana ketika menerima
atau menelepon terutama didalam kantor menggunakan fasilitas kantor untuk urusan
pribadi. Hal tersebut dapat merugikan perusahaan dan mengganggu proses bekerja.
c. Etika berkomunikasi menggunakan bahasa
kasar dan merendahkan orang lain. Hal tersebut sangat tidak beretika dimana
seharusnya dalam lingkungan tempat tinggal atau dimanapun harus menggunakan bahasa
yang baik dalam berkomunikasi, selain itu harus bisa membedakan cara
berkomunikasi dengan berbagai golongan usia, jangan samakan cara komunikasi sesama
teman dengan orang tua. Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
d. Etika berperilaku, seperti membuang sampah sembarangan dan merusak barang
orang lain. Perilaku tersebut sangat tidak beretika dan dampaknyapun sangat
besar sehingga dapat merugikan orang lain.
e. Etika dalam mengantri. Contohnya seperti
menyela antrian dalam wc umum atau tempat manapun. Hal tersebut sangat tidak
pantas dilakukan walaupun kondisinya terburu-buru tetap harus mengantri dengan
baik.
2. Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA professional
dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri (5 contoh dan analisis)!
Jawab:
a. Bekerja
tidak tepat waktu, pekerja jurusan teknk industri harus bisa mengatur waktu
dalam bekerja sesuai dengan aturan perusahaan, dimana ketidaktepatan waktu
dapat merugikan perusahaan.
b. Tidak
mengikuti peraturan perusahaan, seorang pekerja tidak dapat
mengikuti peraturan perusahaan maka dianggap tidak memiliki etika professional,
karena setiap perusahaan pasti memiliki peraturan-peraturan yang wajib
dilaksanakan.
c. Melakukan
perbuatan tidak jujur, mencemarkan atau merugikan sesama rekan sekerja. Seorang
pekerja yang melakukan hal tersebut dapat dibilang tidak beretika karena tidak
menjalankan tugasnya dengan baik dalam perusahaan.
d. Tidak bertanggung jawab dalam
melaksanakan tugas, seorang pekerja dalam melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan
profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Jika tidak, maka dianggap
tidak memiliki etika professional.
e. Menyalahgunakan dana perusahaan. Suatu
perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki dana dalam membangun sebuah perusahaan tsb. Apabila seorang pekerja menyalahgunakan
dana untuk kepentingan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika
professional.
3.
Jelaskan pentingnya memahami etika
profesi untuk sarjana teknik industri!
Jawab:
Etika
menjadi atribut pembeda yang membedakan antara manusia dengan mahluk hidup yang
lainnya. Manusia dikatakan sebagai mahluk yang memiliki sebuah derajat yang
tinggi di dunia ini, salah satunya karena adanya etika. Kode etik profesi itu
merupakan sarana untuk membantu para
pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika
profesi. Ada beberapa hal pentingnya dalam etika profesi:
a. Etika
profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas
yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi
mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
b. Etika
profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang
bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan
kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi,
sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja
(kalangan sosial).
c. Etika
profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang
hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa
para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak
boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
4. Jelaskan dan uraikan organisasi profesi
yang relevan untuk prodi teknik industri selain PII beserta kode etik!
Jawab:
a. E-Mailing list Group Komunitas Teknik Industri Indonesia (KTII).
Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan KeJuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri.
Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan KeJuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri.
b. IIE
(Institute of Industrial and System Engineering).
Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
c. ISTMI
(Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia).
ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian. Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya
ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian. Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya
d.
Perhimpunan ergonomi Indonesia (PEI).
Organisasi profesi tingkat nasional yang
beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang
bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam
bidangnya masing-masing membina Ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam
pemakaiannya sehingga potensi Ergonomi dalam Pembangunan Nasional dapat lebih
digali dan diwujudkan secara nyata. PEI berpusat di bandung dan didirikan
oleh peserta Pertemuan Nasional Ergonomi pada tanggal 10 Oktober 1987,
bertempat di Gedung Labolatorium Teknologi 111 Institut Teknologi Bandung. PEI
bertujuan untuk mengembang serta menerapkan ilmu Ergonomi dalam berbagai
kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain
yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan
hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk
menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi
peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Kode Etik
PEI
Kode etik profesi merupakan suatu
tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu.
Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang
memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode
Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis
dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.
1)
Tanggung Jawab Profesional:
- Integritas profesional dan Kerahasiaan
- Penyimpanan Data
- Integritas
- Konflik kepentingan
2) Tanggung Jawab dan
Kewajiban terhadap Masyarakat
- Kewajiban Umum
- Publisitas Seorang ergonom
dipersilahkan untuk mempresentasikan kompetensi
3) Tanggung Jawab dan Kewajiban terhadap Profesi
- Dengan berbagi pengetahuan
dan pengalaman dengan rekan lain,
- Dengan memberikan pelatihan dan bimbingan
ergonomi,
- Dengan berkontribusi kepada
asosiasi profesi ergonom.
- Tanggung Jawab dan Kewajiban
terhadap Klien
- Tanggung Jawab dan Kewajiban
terhadap Kolega
Sumber:
http://bkti-pii.or.id/komunitas-teknik-industri-indonesia-mailing-list/http://secretsperformance.com/etika-dalam-kehidupan-sehari-hari/http://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof