Lagu
:
Satu rindu (opik feat Amanda)
Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu Oh ibu
Allah izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu oh ibu kau ibu
Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu
Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu oh ibu
Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu kau ibu kau ibu
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu Oh ibu
Allah izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu oh ibu kau ibu
Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu
Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu oh ibu
Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu kau ibu kau ibu
Cerpen : "Janjiku Pada Ibu"
karya : Darwis
Roland
Memang kadang
hidup tak selamanya akan sempurna dan seindah yang kita inginkan. Tapi apa daya
kita sebagai manusia hanya bisa menerima takdir dari Tuhan dan selalu berusaha.
Cerita ini berawal dari hidup ku yang hidup dari sebuah keluarga yang
sederhana. Orang tua ku memberiku nama Putri, ayah memberi ku nama Putri karena
alasan, aku adalah anak perempuan satu-satunya dari dua bersaudara. Aku hidup
di sebuah desa di daerah Sumatera Selatan yaitu sebuah desa yang bernama
Betung, ayah dan ibu adalah asli orang Komring. Mungkin kalian banyak yang
belum tau suku Komring, suku Komring adalah suku asli dari Sumatera Selatan
yang sangat kental dengan budayanya.
Memang benar kata ku sebelumnya,
hidup tidaklah sempurna dan seindah yang kita inginkan. Itu terbukti orang yang
sangat aku sayang dan cinta, yaitu ibuku meninggalkan kami sekeluarga untuk
selamanya karena penyakit yang sudah bersarang lama di tubuhnya. Memang berat
rasanya untuk terima dan ikhlas dengan kematian ibuku, saat itu aku masih duduk
di kelas dua SD. Teringat semua kenangan dengan ibu yang tidak mungkin ku
lupakan terutama pesan terakhir dari ibu yang memang terasa aneh bagiku,
mungkin ibu sudah merasakan bahwa hidupnya sudah tak lama lagi.
"Menjadi perempuan bukanlah
mudah, banyak yang harus kau jaga, tahu kan? Jadi jaga dirimu dan
jaga juga adikmu!" kata ibu pada ku saat itu, dan ku hanya menganggukkan
kepala.
"Dan satu lagi, ibadah
adalah bekal kita nanti, jadi janganlah kau lalaikan perintah agama."
begitu lanjut ibu.
Terkenenang semua kenangan itu
tanpa terasa air mata turun dari mata ku mengalir bagaikan derasnya sungai yang
membanjiri pipiku. Dalam hati ku berjanji.
"Baik bu semua pesanmu
pasti akan teringat dan ku terapkan dalam hidup ku ini."
Telah seminggu sudah ibu
meninggalkan kami sedih masih menyelimutiku, kala teringat pada ibu.
Terutama saat ku melihat adikku yang masih kecil, rasa iba ku pun menjadi
tangis dalam hidupku, akan kah aku bisa membahagiakanya.
"Rohman sini dulu!"
panggil ku pada adiku.
"Iya kak Rohman
kesitu." katanya.
"Kamu yang kuat ya sayang
kakak pasti akan menjaga mu dan menjadi ibu ke-dua buat mu." kata ku pada
Rohman.
"Iya kak terima kasih,
kapan ya kak kita bsa ketemu lagi dengan ibu? Rohman rindu sekali dengan
ibu." tanyanya dengan polos.
Aku yang mendengarpun semakin
terpukul dan menangis sambil memeluk adikku erat-erat.
"Sebetulnya kakak juga
rindu dengan ibu, tapi sekarang belum saatnya kita ketemu dengan ibu. Tugas
kita sekarang adalah menjadi anak sholeh sehingga bisa mendo'akan ibu dari
sini."
Hal yang aku takutkan pun
terjadi, ayah akhirnya memutuskan untuk menikah lagi dengan perempuan
pilihannya. Dengan alasan akan ada yang mengurus rumah sekaligus menjadi ibu
baru buat kami. Sempat ku merasa tidak terima dengan menikahnya ayah tapi apa
daya, semua keinginan ku pun tak mungkin akan terwujujud. Akhirnya kamipun
harus terima kalau kami punya ibu tiri. Seperti yang aku takuti
dulu ternyata setelah beberapa bulan ayah menikah dengannya, semua kejelekan
dan kekejaman ibu tiri kupun terlihat semua. Aku pun sering dimaki-maki tanpa
alasan yang pasti, apalagi dia selalu menjelek-jelekan ku di depan ayah. Ayah
yang tak tau apa-apapun sudah pasti memarahiku. Hingga suatu hari ayah memberi
keputusan yang sangat ku tidak terima. Aku harus di berhentikan sekolah dengan
berbagai alasan yang saat itu sekolahku harus putus di kelas empat
SD.
"Sanak bay
donti, ahirna begawina dilom dapur, jadi guai api haga sekolah. Lagi pula
ekonomi kita mak sanggup haga nyekolahko niku." begitu kata ayah
menggunakan bahasa komring yang artinya
"Anak perempuan akhirnya
nanti juga akan kerja didapur, jadi buat apa kau sekolah. Lagi pula ekonomi
kita tak sanggup untuk menyekolah kan mu."
Aku yang tak berdayapun hanya
bisa terima kenyataan dan menangisi keadaan. Sempat ku berpikir apakah semua
ini hasutan jahat dari ibu tiri ku, tapi sudah lah nasi sudah menjadi bubur aku
harus terima semua kenyataan ini.
Hingga suatu hari merasa diriku
sudah tidak berguna jika hanya diam di rumah dan hanya akan membuatku menderita
makan hati karena cacian ibu tiriku. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi dari
rumah dan ikut nenek untuk mencari kerja di kota dimana nenek tinggal. Memang
berat rasanya apa lagi aku harus meninggalkan Rohman dirumah dengan ibu tiriku,
namun harus berani kujalani, kan akhirnya ku bekerja hasilnya untuk
adiku juga, agar nasibnya tidak akan sama dengan ku.
"Man, kakak pergi dulu ikut
nenek untuk cari kerja" kataku pada rohman sambil menangis, yang saat itu
dia duduk di kelas 5 SD.
"Tapi nanti siapa yang
menemani rohman, kak? " tanyanya.
"Tenang saja kan dirumah
ada ayah dengan ibu ditambah sebentar lagi kita punya adik baru, jadi kamu
harus patuh dengan ayah dan ibu." lanjut ku pada Rohman.
"Tapikan jelas berbeda
dengan kakak." Rohman menjawab sambil meneteskan airmatanya.
"Sudah jangan mengeluh dan
menangis lagi kamu kan laki-laki jadi nggak boleh menangis. Nanti kalau kakak
pulang, kakak belikan mainan buat Rohman tapi Rohman harus janji rajin belajar
dan ibadahnya tidak boleh lalai, buat kakak bangga!" kata ku pada
Rohman sambil menangis.
"Baiklah kak tapi kakak
juga tidak boleh menangis lagi dan jangan lupakan Rohman ya?" jawab
Rohman.
"Tentu saja sayang kakak
akan selalu ingat dengan mu." kataku pada rohman sembari mengusap air mata
ku di pipi. Akhirnya aku meninggalkan rumah dan pamit pada ayah dan ibu,
teringat selalu wajah Rohman selama di perjalanan tanpa ku sadari air mata
menetes dari mata ku.
"Aku harus tegar demi
Rohman dan menepati janjiku pada ibu." kata ku dalam hati.
********
Tanpa terasa,
empat tahun sudah kepergian ku dari rumah untuk bekerja. Kadang ku mengambil
libur untuk menjenguk Rohman, dan tentu saja gaji yang ku hasilkan dari bekerja
ku sisihkan untuk uang sekolah Rohman. Masih teringat saat ku belikan dia mobil
mainan yang tidak seberapa harganya, terlihat senyuman kebahagiaan dari
wajahnya yang membuatku selalu menangis bila mengingatnya karena kebhagianya
adalah kebahagianku juga. Tanpa terasa pula Rohman sudah menginjak kelas tiga
SMP, yang berarti dia akan segera lulus dan akan melanjutkan sekolah ke SMA.
Sempat aku mendengar percakapan ayah dengan ibu tiriku saat aku pulang ke
rumah, bahwa setelah Rohman lulus SMP nanti tidak akan dilanjutkan
sekolahnya. Dengan alasan terbatasnya ekonomi, ditambah kedua adikku dari ayah
dan ibu tiri sudah mulai mengenyam pendidikan. Jadi kemungkinan besar Rohman
tidak akan melanjutkan sekolah. Teringat ku pada janjiku dengan ibu untuk
menjaga Rohman, sehingga ku putuskan untuk menyekolahkanya kelak dengan jerih
payahku sendiri.
Tanpa terasa akhirnya Rohman
lulus dari SMP, mendengar kabar itu aku putuskan untuk libur bekerja untuk
beberapa hari. Sesampai di rumah aku mendengar bahwa Rohman menangis karena
tidak diijinkan untuk melanjutkan sekolah. Hati ini sangat terpukul
mendengarnya, akhirnya aku putuskan memberanikan diri untuk membawa Rohman ke
kota untuk aku sekolahkan.
"Rohman sudah jangan
menangis lagi, kamu kan laki-laki jadi harus tegar dan jangan mudah
nangis!" kata ku pada Rohman yang sedang menangis dikamar.
"Iya kak tapi kan Rohman
masih mau sekolah..." katanya sambil tersedu-sedu.
"Ya sudah jangan menangis
lagi, nanti kamu ikut kakak ke kota dan kakak usahakan, kamu kakak
sekolahkan." kata ku pada Rohman sembari memeluknya.
"Benar ya kak? Rohman janji
akan bantu kakak dan patuh dengan kakak." katanya pada ku.
"Iya tentu saja, nanti
kakak yang minta ijin pada ayah." lanjut ku pada Rohman.
Akhirnya aku minta ijin pada
ayah membawa Rohman kekota untuk sekolahkan, lagi pula Rohman lulus dari SMP
dengan nilai terbaik disekolahanya, jadi akan sangat rugi bila memberhentikan
rohman sekolah padahal dia sangat berbakat dan pintar.
Hingga suatu
hari aku menikah dengan orang yang aku sayangi. Yang membuat ku bersedia dia
menyunting ku, karena dia juga bersedia untuk membantuku menyekolahkan Rohman.
Sebut saja namanya adalah Parlan, Parlan adalah seorang lelaki yang sangat
berbeda dengan laki-laki lain, yang lebih penting dia adalah imam yang sangat
pantas buat keluarga karena dia termasuk orang yang sholeh. Setelah dua tahun
menikah kami memiliki seorang anak laki-laki yang kami beri nama Paris. Tanpa
terasa juga Rohman sudah lulus dari SMA dengan nilai yang terbaik di Sumatera
Selatan. Perasaan bangga menjadi kakaknya memang tak bisa terhitung lagi, jerih
payahku menyekolahkanya pun sudah terbayarkan dengan keberhasilanya.
Karena nilai Rohman yang sangat
baik itu, akhirnya dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di
Universitas Indonesia tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun,
karena semuanya sudah ditanggung pemerintah Sumatra Selatan. Sehari
sebelum Rohman pergi ke Jakarta aku sempat bicara empat mata dengannya.
"Terima kasih,
atas bersedianya kakak menjadi ibu ke-dua buat Rohman, sehingga Rohman
menjadi begini." kata Rohman pada ku.
"Sudahlah kakak sudah
merasa terbayar dengan semua prestasi yang kau berikan ini." kataku pada
Rohman sambil meneteskan air mata.
"Tapi Rohman merasa belum
seberapa, dengan apa yang kakak berikan selama ini, suatu hari nanti setelah
Rohman menjadi orang sukses, Rohman berjanji akan membahagiakan kakak dan tidak
akan ada air mata lagi di hidup kakak." kata Rohman pada ku sembari
mengusap air mataku. Air mata ku pun mengalir membasahi pipi walau telah diusap
oleh Rohman, dan ku peluk adikku sampai hati ini merasa puas.
Hari dimana Rohman akan pergi
ke-Jakarta pun tiba, sedih bercampur bangga menjadi satu, do'a akan selalu
menyertai adikku tersayang yang selamanya akan selalu begitu. Janji pada
ibu pun terasa sudah sedikit terbayar, aku harap kelak Rohman dan anakku
Paris menjadi orang yang sukses dan hidupnya selalu bahagia. Aku
tidak mau, bila nasib orang yang aku sayangi, terutama anakku kelak sama nasibnya
sepertiku yang selalu dihantui oleh penderitaan.
2. Macam-macam
keindahan karya seni
a.
Seni Kriya
Kriya adalah cabang seni
yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya.
Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’,
dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti
khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang
bernilai seni.
Seni kriya merupakan warisan seni budaya yang adi luhung, yang pada zaman
kerajaan di Jawa mendapat tempat lebih tinggi dari kerajinan. Seni kriya
dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan masyarakat elit sedangkan kerajinan
didukung oleh masyarakat umum atau kawula alit, yakni masyarakat yang hidup di
luar tembok keraton. Seni kriya dipandang sebagai seni yang unik dan
berkualitas tinggi karena didukung oleh craftmanship yang tinggi,
sedangkan kerajinan dipandang kasar dan terkesan tidak tuntas. Bedakan
pembuatan keris dengan pisau baik proses, bahan, atau kemampuan pembuatnya.
Contoh
seni kriya :
a.
Kriya keramik
Kerajinan keramik menggunakan bahan
dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas bunga, guci, teko,
kendi, dan peralatan rumah tangga.
b. Kriya logam
Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas,
perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang
dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam,
peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kerajinan logam dibuat
dengan berbagai variasi bentuk.
Kulit banyak digunakan untuk membuat
berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat
musik rebana.
Kayu banyak menghasilkan berbagai
benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek,
furnitur, patung, dan hiasan
ukir-ukiran.
Kerajinan anyaman biasanya
menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastik untuk membuat tempayan,
topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.
b.
Seni
Drama
Kata “drama” berasal dari bahasa
Yunani ‘dramoi’ yang artinya berbuat, bertindak, atau beraksi yang dilakukan di
atas pentas. Kata “teater” berasal dari kata ‘theatre’ yang berarti gedung atau
tempat pertunjukan. Di Indonesia kita memiliki istilah sendiri dengan
pengertian serupa, yaitu sandiwara. Menurut Sri Mangkunegoro VII, sandiwara
berasal dari bahasa Sansekerta ‘sandi’ yang berarti rahasia dan ‘warah’ yang
berarti ajaran. Jadi, sandiwara adalah pertunjukan yang ceritanya berisi ajaran
atau pesan yang tersamarkan. Seni
drama merupakan bentuk seni pertunjukan yang kompleks. Di dalamnya tercakup
beberapa seni seperti seni sastra, seni peran, seni
gerak, seni rupa, seni musik, dan bahkan bisa
melibatkan seni tari.
Contoh
seni drama:
1. Wayang
Wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar
1500 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Indonesia memeluk kepercayaan animisme
berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang
diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar.
2.
Longser
Longser merupakan salah
satu bentuk teater tradisional masyarakat sunda, Jawa barat. Longser berasal
dari akronim kata melong (melihat dengan kekaguman) dan saredet (tergugah) yang
artinya barang siapa yang melihat pertunjukan longser, maka hatinya akan
tergugah.
3.
Ketoprak
Ketoprak merupakan
teater rakyat yang paling populer, terutama di daerah Yogyakarta dan daerah
Jawa Tengah. Namun di Jawa Timur pun dapat ditemukan ketoprak. Di daerah-daerah
tersebut ketoprak merupakan kesenian rakyat yang menyatu dalam kehidupan mereka
dan mengalahkan kesenian rakyat lainnya seperti srandul dan emprak.
4.
Lenong
"Lenong"
adalah seni pertunjukan teater tradisional masyarakat Betawi, Jakarta. Lenong
berasal dari nama salah seorang Saudagar China yang bernama Lien Ong. Konon,
dahulu Lien Ong lah yang sering memanggil dan menggelar pertunjukan teater yang
kini disebut Lenong untuk menghibur masyarakat dan khususnya dirinya beserta
keluarganya. Pada zaman dahulu (zaman penjajahan), lenong biasa dimainkan oleh
masyarakat sebagai bentuk apresiasi penentangan terhadap tirani penjajah.
c.
Seni lukis
Seni
lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Seni lukis adalah sebuah
pengembangan dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua
dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan
melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sebuah lukisan
membutuhkan konsep tutur yang subyektif, yaitu harus dapat menterjemahkan apa
yang ada dalam obyek, tema atau gagasan secara representatif.
Ayam
Tarung - Karya Seni Lukisan Affandi
|
Karya Seni Lukisan
Affandi sudah sering kita lihat dan tidak asing lagi bagi dunia senirupa, namun
kebanyakan yang selama ini kita nikmati adalah karya seni lukisan affandi dengan teknik plototan tube diatas kanvas
dengan gaya ekspressionisnya. Dan pada kesempatan kali ini blog senirupa akan
membagikan kepada anda semua karya seni lukisan affandi yang diciptakan diatas kertas
yang kebanyakan menggunakan pastel, meskipun ada juga karya yang menggunakan
cat air.



