Minggu, 08 Desember 2013

Tulisan 2 - Ilmu Budaya Dasar



1.      Lagu dan cerpen yang berkaitan tentang cinta kasih
Lagu :
     Satu rindu (opik feat Amanda)
Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu Oh ibu

Allah izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu oh ibu kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu oh ibu

Hujan teringatkan aku
Tentang satu
rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu kau ibu kau ibu


Cerpen :                                               "Janjiku Pada Ibu"
karya : Darwis Roland

Memang kadang hidup tak selamanya akan sempurna dan seindah yang kita inginkan. Tapi apa daya kita sebagai manusia hanya bisa menerima takdir dari Tuhan dan selalu berusaha. Cerita ini berawal dari hidup ku yang hidup dari sebuah keluarga yang sederhana. Orang tua ku memberiku nama Putri, ayah memberi ku nama Putri karena alasan, aku adalah anak perempuan satu-satunya dari dua bersaudara. Aku hidup di sebuah desa di daerah Sumatera Selatan yaitu sebuah desa yang bernama Betung, ayah dan ibu adalah asli orang Komring. Mungkin kalian banyak yang belum tau suku Komring, suku Komring adalah suku asli dari Sumatera Selatan yang sangat kental dengan budayanya.
Memang benar kata ku sebelumnya, hidup tidaklah sempurna dan seindah yang kita inginkan. Itu terbukti orang yang sangat aku sayang dan cinta, yaitu ibuku meninggalkan kami sekeluarga untuk selamanya karena penyakit yang sudah bersarang lama di tubuhnya. Memang berat rasanya untuk terima dan ikhlas dengan kematian ibuku, saat itu aku masih duduk di kelas dua SD. Teringat semua kenangan dengan ibu yang tidak mungkin ku lupakan terutama pesan terakhir dari ibu yang memang terasa aneh bagiku, mungkin ibu sudah merasakan bahwa hidupnya sudah tak lama lagi.
"Menjadi perempuan bukanlah mudah, banyak yang harus kau jaga, tahu kan? Jadi jaga dirimu dan jaga juga adikmu!" kata ibu pada ku saat itu, dan ku hanya menganggukkan kepala.
"Dan satu lagi, ibadah adalah bekal kita nanti, jadi janganlah kau lalaikan perintah agama." begitu lanjut ibu.
Terkenenang semua kenangan itu tanpa terasa air mata turun dari mata ku mengalir bagaikan derasnya sungai yang membanjiri pipiku. Dalam hati ku berjanji.
"Baik bu semua pesanmu pasti akan teringat dan ku terapkan dalam hidup ku ini."
Telah seminggu sudah ibu meninggalkan kami sedih masih menyelimutiku, kala teringat pada ibu. Terutama saat ku melihat adikku yang masih kecil, rasa iba ku pun menjadi tangis dalam hidupku, akan kah aku bisa membahagiakanya.
"Rohman sini dulu!" panggil ku pada adiku.
"Iya kak Rohman kesitu." katanya.
"Kamu yang kuat ya sayang kakak pasti akan menjaga mu dan menjadi ibu ke-dua buat mu." kata ku pada Rohman.
"Iya kak terima kasih, kapan ya kak kita bsa ketemu lagi dengan ibu? Rohman rindu sekali dengan ibu." tanyanya dengan polos.
Aku yang mendengarpun semakin terpukul dan menangis sambil memeluk adikku erat-erat.
"Sebetulnya kakak juga rindu dengan ibu, tapi sekarang belum saatnya kita ketemu dengan ibu. Tugas kita sekarang adalah menjadi anak sholeh sehingga bisa mendo'akan ibu dari sini."

Hal yang aku takutkan pun terjadi, ayah akhirnya memutuskan untuk menikah lagi dengan perempuan pilihannya. Dengan alasan akan ada yang mengurus rumah sekaligus menjadi ibu baru buat kami. Sempat ku merasa tidak terima dengan menikahnya ayah tapi apa daya, semua keinginan ku pun tak mungkin akan terwujujud. Akhirnya kamipun harus terima kalau kami punya ibu tiri. Seperti yang aku takuti dulu ternyata setelah beberapa bulan ayah menikah dengannya, semua kejelekan dan kekejaman ibu tiri kupun terlihat semua. Aku pun sering dimaki-maki tanpa alasan yang pasti, apalagi dia selalu menjelek-jelekan ku di depan ayah. Ayah yang tak tau apa-apapun sudah pasti memarahiku. Hingga suatu hari ayah memberi keputusan yang sangat ku tidak terima. Aku harus di berhentikan sekolah dengan berbagai alasan yang saat itu sekolahku harus putus di kelas empat SD.
"Sanak bay donti, ahirna begawina dilom dapur, jadi guai api haga sekolah. Lagi pula ekonomi kita mak sanggup haga nyekolahko niku." begitu kata ayah menggunakan bahasa komring yang artinya
"Anak perempuan akhirnya nanti juga akan kerja didapur, jadi buat apa kau sekolah. Lagi pula ekonomi kita tak sanggup untuk menyekolah kan mu."
Aku yang tak berdayapun hanya bisa terima kenyataan dan menangisi keadaan. Sempat ku berpikir apakah semua ini hasutan jahat dari ibu tiri ku, tapi sudah lah nasi sudah menjadi bubur aku harus terima semua kenyataan ini.
Hingga suatu hari merasa diriku sudah tidak berguna jika hanya diam di rumah dan hanya akan membuatku menderita makan hati karena cacian ibu tiriku. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dan ikut nenek untuk mencari kerja di kota dimana nenek tinggal. Memang berat rasanya apa lagi aku harus meninggalkan Rohman dirumah dengan ibu tiriku, namun harus berani kujalani, kan akhirnya ku bekerja hasilnya untuk adiku juga, agar nasibnya tidak akan sama dengan ku.
"Man, kakak pergi dulu ikut nenek untuk cari kerja" kataku pada rohman sambil menangis, yang saat itu dia duduk di kelas 5 SD.
"Tapi nanti siapa yang menemani rohman, kak? " tanyanya.
"Tenang saja kan dirumah ada ayah dengan ibu ditambah sebentar lagi kita punya adik baru, jadi kamu harus patuh dengan ayah dan ibu." lanjut ku pada Rohman.
"Tapikan jelas berbeda dengan kakak." Rohman menjawab sambil meneteskan airmatanya.
"Sudah jangan mengeluh dan menangis lagi kamu kan laki-laki jadi nggak boleh menangis. Nanti kalau kakak pulang, kakak belikan mainan buat Rohman tapi Rohman harus janji rajin belajar dan ibadahnya tidak boleh lalai, buat kakak bangga!" kata ku pada Rohman sambil menangis.
"Baiklah kak tapi kakak juga tidak boleh menangis lagi dan jangan lupakan Rohman ya?" jawab Rohman.
"Tentu saja sayang kakak akan selalu ingat dengan mu." kataku pada rohman sembari mengusap air mata ku di pipi. Akhirnya aku meninggalkan rumah dan pamit pada ayah dan ibu, teringat selalu wajah Rohman selama di perjalanan tanpa ku sadari air mata menetes dari mata ku.
"Aku harus tegar demi Rohman dan menepati janjiku pada ibu." kata ku dalam hati.
********
Tanpa terasa, empat tahun sudah kepergian ku dari rumah untuk bekerja. Kadang ku mengambil libur untuk menjenguk Rohman, dan tentu saja gaji yang ku hasilkan dari bekerja ku sisihkan untuk uang sekolah Rohman. Masih teringat saat ku belikan dia mobil mainan yang tidak seberapa harganya, terlihat senyuman kebahagiaan dari wajahnya yang membuatku selalu menangis bila mengingatnya karena kebhagianya adalah kebahagianku juga. Tanpa terasa pula Rohman sudah menginjak kelas tiga SMP, yang berarti dia akan segera lulus dan akan melanjutkan sekolah ke SMA. Sempat aku mendengar percakapan ayah dengan ibu tiriku saat aku pulang ke rumah, bahwa setelah Rohman lulus SMP nanti tidak akan dilanjutkan sekolahnya. Dengan alasan terbatasnya ekonomi, ditambah kedua adikku dari ayah dan ibu tiri sudah mulai mengenyam pendidikan. Jadi kemungkinan besar Rohman tidak akan melanjutkan sekolah. Teringat ku pada janjiku dengan ibu untuk menjaga Rohman, sehingga ku putuskan untuk menyekolahkanya kelak dengan jerih payahku sendiri.

Tanpa terasa akhirnya Rohman lulus dari SMP, mendengar kabar itu aku putuskan untuk libur bekerja untuk beberapa hari. Sesampai di rumah aku mendengar bahwa Rohman menangis karena tidak diijinkan untuk melanjutkan sekolah. Hati ini sangat terpukul mendengarnya, akhirnya aku putuskan memberanikan diri untuk membawa Rohman ke kota untuk aku sekolahkan.
"Rohman sudah jangan menangis lagi, kamu kan laki-laki jadi harus tegar dan jangan mudah nangis!" kata ku pada Rohman yang sedang menangis dikamar.
"Iya kak tapi kan Rohman masih mau sekolah..." katanya sambil tersedu-sedu.
"Ya sudah jangan menangis lagi, nanti kamu ikut kakak  ke kota dan kakak usahakan, kamu kakak sekolahkan." kata ku pada Rohman sembari memeluknya.
"Benar ya kak? Rohman janji akan bantu kakak dan patuh dengan kakak." katanya pada ku.
"Iya tentu saja, nanti kakak yang minta ijin pada ayah." lanjut ku pada Rohman.
Akhirnya aku minta ijin pada ayah membawa Rohman kekota untuk sekolahkan, lagi pula Rohman lulus dari SMP dengan nilai terbaik disekolahanya, jadi akan sangat rugi bila memberhentikan rohman sekolah padahal dia sangat berbakat dan pintar.
Hingga suatu hari aku menikah dengan orang yang aku sayangi. Yang membuat ku bersedia dia menyunting ku, karena dia juga bersedia untuk membantuku menyekolahkan Rohman. Sebut saja namanya adalah Parlan, Parlan adalah seorang lelaki yang sangat berbeda dengan laki-laki lain, yang lebih penting dia adalah imam yang sangat pantas buat keluarga karena dia termasuk orang yang sholeh. Setelah dua tahun menikah kami memiliki seorang anak laki-laki yang kami beri nama Paris. Tanpa terasa juga Rohman sudah lulus dari SMA dengan nilai yang terbaik di Sumatera Selatan. Perasaan bangga menjadi kakaknya memang tak bisa terhitung lagi, jerih payahku menyekolahkanya pun sudah terbayarkan dengan keberhasilanya.
Karena nilai Rohman yang sangat baik itu, akhirnya dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun, karena semuanya sudah ditanggung pemerintah Sumatra Selatan. Sehari sebelum Rohman pergi ke Jakarta aku sempat bicara empat mata dengannya.
"Terima kasih, atas bersedianya kakak menjadi ibu ke-dua buat Rohman, sehingga Rohman menjadi begini." kata Rohman pada ku.
"Sudahlah kakak sudah merasa terbayar dengan semua prestasi yang kau berikan ini." kataku pada Rohman sambil meneteskan air mata.
"Tapi Rohman merasa belum seberapa, dengan apa yang kakak berikan selama ini, suatu hari nanti setelah Rohman menjadi orang sukses, Rohman berjanji akan membahagiakan kakak dan tidak akan ada air mata lagi di hidup kakak." kata Rohman pada ku sembari mengusap air mataku. Air mata ku pun mengalir membasahi pipi walau telah diusap oleh Rohman, dan ku peluk adikku sampai hati ini merasa puas.
Hari dimana Rohman akan pergi ke-Jakarta pun tiba, sedih bercampur bangga menjadi satu, do'a akan selalu menyertai adikku tersayang yang selamanya akan selalu begitu. Janji pada ibu pun terasa sudah sedikit terbayar, aku harap kelak Rohman dan anakku Paris menjadi orang yang sukses dan hidupnya selalu bahagia. Aku tidak mau, bila nasib orang yang aku sayangi, terutama anakku kelak sama nasibnya sepertiku yang selalu dihantui oleh penderitaan.




2.      Macam-macam keindahan karya seni
a.      Seni Kriya
Kriya adalah cabang seni yang menekankan pada ketrampilan tangan yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Seni kriya berasal dari kata “Kr” (bhs Sanskerta) yang berarti ‘mengerjakan’, dari akar kata tersebut kemudian menjadi karya, kriya dan kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek yang bernilai seni.
Seni kriya merupakan warisan seni budaya yang adi luhung, yang pada zaman kerajaan di Jawa mendapat tempat lebih tinggi dari kerajinan. Seni kriya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan dan masyarakat elit sedangkan kerajinan didukung oleh masyarakat umum atau kawula alit, yakni masyarakat yang hidup di luar tembok keraton. Seni kriya dipandang sebagai seni yang unik dan berkualitas tinggi karena didukung oleh craftmanship yang tinggi, sedangkan kerajinan dipandang kasar dan terkesan tidak tuntas. Bedakan pembuatan keris dengan pisau baik proses, bahan, atau kemampuan pembuatnya.
            Contoh seni kriya :
a.      Kriya keramik
Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga.
b.  Kriya logam
Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan. Sekarang kerajinan logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
            C. Kriya kulit
                   


Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana.

d. Kriya kayu
Kayu banyak menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek,
furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.

e. Kriya anyaman
 
Kerajinan anyaman biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong,  dan tali plastik untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.
 
b.      Seni Drama
Kata “drama” berasal dari bahasa Yunani ‘dramoi’ yang artinya berbuat, bertindak, atau beraksi yang dilakukan di atas pentas. Kata “teater” berasal dari kata ‘theatre’ yang berarti gedung atau tempat pertunjukan. Di Indonesia kita memiliki istilah sendiri dengan pengertian serupa, yaitu sandiwara. Menurut Sri Mangkunegoro VII, sandiwara berasal dari bahasa Sansekerta ‘sandi’ yang berarti rahasia dan ‘warah’ yang berarti ajaran. Jadi, sandiwara adalah pertunjukan yang ceritanya berisi ajaran atau pesan yang tersamarkan. Seni drama merupakan bentuk seni pertunjukan yang kompleks. Di dalamnya tercakup beberapa seni seperti seni sastra, seni peran, seni gerak, seni rupa, seni musik, dan bahkan bisa melibatkan seni tari.
Contoh seni drama:

1. Wayang

Wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar 1500 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Indonesia memeluk kepercayaan animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar.
2.       Longser

                                                          
Longser merupakan salah satu bentuk teater tradisional masyarakat sunda, Jawa barat. Longser berasal dari akronim kata melong (melihat dengan kekaguman) dan saredet (tergugah) yang artinya barang siapa yang melihat pertunjukan longser, maka hatinya akan tergugah.
3.       Ketoprak

                                                                
Ketoprak merupakan teater rakyat yang paling populer, terutama di daerah Yogyakarta dan daerah Jawa Tengah. Namun di Jawa Timur pun dapat ditemukan ketoprak. Di daerah-daerah tersebut ketoprak merupakan kesenian rakyat yang menyatu dalam kehidupan mereka dan mengalahkan kesenian rakyat lainnya seperti srandul dan emprak.
     
4.       Lenong

                             
"Lenong" adalah seni pertunjukan teater tradisional masyarakat Betawi, Jakarta. Lenong berasal dari nama salah seorang Saudagar China yang bernama Lien Ong. Konon, dahulu Lien Ong lah yang sering memanggil dan menggelar pertunjukan teater yang kini disebut Lenong untuk menghibur masyarakat dan khususnya dirinya beserta keluarganya. Pada zaman dahulu (zaman penjajahan), lenong biasa dimainkan oleh masyarakat sebagai bentuk apresiasi penentangan terhadap tirani penjajah.

c.       Seni lukis
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Sebuah lukisan membutuhkan konsep tutur yang subyektif, yaitu harus dapat menterjemahkan apa yang ada dalam obyek, tema atau gagasan secara representatif.


            Contoh seni lukis : 
           
Ayam Tarung - Karya Seni Lukisan Affandi
Karya Seni Lukisan Affandi sudah sering kita lihat dan tidak asing lagi bagi dunia senirupa, namun kebanyakan yang selama ini kita nikmati adalah karya seni lukisan affandi dengan teknik plototan tube diatas kanvas dengan gaya ekspressionisnya. Dan pada kesempatan kali ini blog senirupa akan membagikan kepada anda semua karya seni lukisan affandi yang diciptakan diatas kertas yang kebanyakan menggunakan pastel, meskipun ada juga karya yang menggunakan cat air.




                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar