Sabtu, 11 Januari 2014

Tugas 4 - Ilmu Budaya Dasar



A.   Manusia dan Pandangan Hidup

1.      Pengertian pandangan hidup
Setiap manusia memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu di jelaskan apa arti pandangan hidup. Padangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pedoman, pegangan, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan dengan proses waktu yang lama secara terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya.

2.      Ideologi
Menurut wikipedia Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkanWeltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.

3.      Cita – cita
Menurut kamus bahasa umum cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan maupun tujuan merupakan apa yang mau di peroleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan garis linear yang makin lama makin tinggi. Apabila cita-cita itu mungkin atau belum terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai idea tau cita-cita terdapat jarak waktu. Seseorang dapat mencapai atau tidek cita-citanya ada tiga factor. Yang pertama : manusianya yaitu yang memiliki cita-cita, kedua : kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang cita-citakan, ketiga : seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

4.      Sikap hidup
Sikap hidup adalah suatu keadaan hati untuk menghadapi hidup ini. Apakah kita mempunyai sikap yang positif atau yang negatif, atau kita mempunyai sikap optimis atau pesimis? Sikap itu ada di diri kita masing-masing dan hanya kita sendiri yang tau. Orang lain akan baru tau setelah kita bertindak. Sikap itu sangat penting, setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu tiap orang berbeda sikapnya. Sikap dapat di bentuk sesuai kemauan dan keinginan yang membentuknya. Sikap juga dapat berubah di karenakan situasi, kondisi dan juga lingkungan. Dalam menghadapi kehidupan ada beberapa sikap etis dan non etis. Sikap etis disebut juga sikap positif dan sikap non etis disebut sikap negatif.

B.   Manusia dan Harapan
1.      Makna harapan
Setiap orang mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekaligus mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidak suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan. Baik kepada diri sendiri maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar dapat terwujud maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

2.      Makna kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kebenaran adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya melainkan, melainkan orang yang memberitaukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberi tahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar