Warna merekah rupamu
Lesuh kusam
terpancarkan matamu
Berjuang merubah nasib
yang akan datang
Merajut asa berharap
rasa
Iba
dan isak kehidupan terus melayang
Bagaikan
kapas terbawa angin
Terombang
ambing di keraknya panas
Menanti
secuil harapan yang tertunda
Sautan api menusuk hati
Derasnya binar menutupi
wajah
Tak terhenti terus
berlari
Melambaikan buah
perjuangan
Kerincing
berdering tiada henti
Tegak
kaki melangkah pergi
Menghampiri
dan terus menghampiri
Keajaiban
dalam secuil harapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar