Minggu, 03 November 2013

Tugas 2 - Ilmu Budaya Dasar



 A.     Manusia dan Cinta Kasih

1.      Makna kasih sayang menurut umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadaeminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta ata perasaan suka kepada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

2.      Makna kemesraan adalah berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan sendiri merupakan hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya “Episode” misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda-mudi yang sedang menjalin cinta.

3.      Makna belas kasihan disebut juga dengan cinta sesama untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria wanita, cinta kepada tuhan. Dalam cinta sesame ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkankarena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya, dan sebagainya. Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang di derita orang lain.
Dalam surat al-Qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT. Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengolah potensi belas kasihannya itu. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar  kaluar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak ikhlas. Berarti ada tujuan tertentu. Hal tersebut sering terjadi di kalangan masyarakat.

4.      Makna pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan sebenarnya. Sebab itu terjadi karena tuhan pencipta alam semesta. Karena itu jelaslah bagi kita semua,  bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia. Karena tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan tuhannya.

5.      Makna cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Dalam cinta kasih erotis terdapat ekslusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan keibuan. Cirri-ciri ekslusif dalam cinta kasih erotis ini perlu dibicarakan lebih lanjut. Kerap kali ekslusivitas dalam cinta kasih erotis adalah tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik. Cinta kasih erotis itu ekslusif hanyalah dalam arti bahwa seseorang dapat menyatukan dirinya secara lengkap dan intensif hanya dengan satu orang lain saja. Cinta kasih erotis mengekslusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan selengkapnya dengan semua aspek kehidupan orang lain. Tetapi bukan dalam arti cinta kasih kesaudaraan yang mendalam terhadap orang lain. Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta itu tidak lain dari perbuatan kemauan, kedua-duanya benar atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain.

B.   Manusia dan Keindahan

1.      Makna keindahan berasal dari kata indah artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesiau pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun, kapanpun dan siapapun dapat menikmati keidahan. Keindahan sendiri identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera peseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local. Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercangkup pula kebaikan. Dapat disimpulkan bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.

2.      Makna renungan berasal dari kata renung artinya diam-diam, memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Merenung untuk menciptakan seni dan berbagai teori. Teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
a.       Teori pengungkapan, teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan satu karya seni
b.      Teori metafisik, merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari plato yang karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
c.       Teori psikologik, teori dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode psikologis.


3.      Makna keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsure perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Dalam pengertian perpaduan misalnya orang berpakaian harus di padukan warnanya, bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadukan kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar maka akan membuat orang puas karenanya. Pertentangan menghasilkan keserasian, misalnya dalam dunia music, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek dan keras lembut.

4.      Makna keindahan obyektif dan subyektif.
a.       Teori obyektif, berpendapat bahwa keindahan atau cirri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat kualita yang memang telah melekatpada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan orang hanyalah mengungkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada suatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh untuk menggabungkan. Yang menjadi masalah ialah cirri-ciri khusus manakah yang membuat sesuatu benda mnjadi indah atau dianggap bernilai estetik. Salah satu jawaban yang telah diberikan selama beabad-abad ialah perimbangan antara bagian dalam benda itu.
b.      Teori subyektif, menyatakan bahwa cirri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada penerapan dari si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa suatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh suatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu.

5.      Makna keindahan seni, pengutaraan isi jiwa atau perasaan sang penciptanya. Isi jiwa manusia dapat berbentuk rasa indah, rasa lucu (kosmis), rasa sedih (tragis) rasa gaib (magic) dan sebagainya. Hasil karya seni mencerminkan isi jiwa sang penciptanya dan mengungkapkan keindahan dalam arti artistik (seni). Menurut Profesor Bruyne, seni adalah perpaduan perasaan dan pengetahuan yang disebut intuisi atau perasaan yang matang yang lahir dengan sendirinya dan diwujudkan dalam bentuk karya seni nyata. Puisi “Aku” karangan Chairil Anwar yang merupakan karya seni puisi baru dan sebagai bentuk protes terhadap karya seni yang berlaku pada masa itu. Keindahan dalam arti seni berbeda dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat obyektif dan dipengaruhi unsur statis. Unsur statis merupakan ciri estetis yang melekat pada bentuk dan warna suatu benda sehingga relatif tetap dari masa ke masa dan di semua tempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar