Kesetaraan
peran pria dan wanita menurut saya tidak dapat diukur dari segi kemampuannya,
namun dengan adanya perkembangan zaman kedudukan wanita mulai menyetarakan pria
mulai dari pekerjaan, kemampuan dan bahkan hal-hal yang tidak semestinya
dilakukan wanita atau pria. Umumnya yang terjadi banyak wanita yang melakukan
pekerjaan pria seperti supir angkot, kuli bangunan dan lainnya. Hal itu sangat
tidak biasa dilakukan oleh wanita. Kecuali karena beberapa faktor yang
mengharuskan wanita untuk melakukannya. Menurut saya faktor pendidikan juga
mempengaruhi adanya kesetaraan wanita dengan pria, maka itu membuka berbagai
peluang lain yang membuat para wanita berkesempatan bisa mendapatkan hak yang
sama dengan apa yang bisa diperoleh oleh pria. Hal ini juga biasa disebut
emansipasi wanita. Namun sebaiknya peranan yang melekat pada diri seseorang
harus dibedakan dengan posisi dalam pergaulan masyarakat.
Menurut
saya posisi seseorang dalam masyarakat merupakan suatu yang menunjukkan tempat
seseorang dalam masyarakat. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi,
penyesuaian diri dan sebagai suatu proses. Jadi, seseorang menduduki suatu
posisi dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan. Dalam peranan yang
berhubungan dengan pekerjaannya seseorang diharapkan menjalankan kewajiban yang
berhubungan dengan peranan yang pegangnya.akan tetapi pada kenyataannya memang
sudah banyak para wanita yang menyetarakan kedudukan dengan pria. Jadi pada
dasarnya di era sekarang peran wanita dan pria sudah kebanyakan setara dari
segi pekerjaannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar