Selasa, 31 Maret 2015

KISAH TENTANG DATA DIRI


Perkenalkan nama saya Novia Permatasari. Sekarang saya kuliah jurusan Teknik Industri di Universitas Gunadarma. Saya punya cita-cita dan itu lumayan banyak, tetapi intinya saya ingin jadi pengusaha yang punya usaha sendiri dan tidak bergantung pada orang tua. Saya terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayah saya bekerja di perusahaan swasta dan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga. Saya punya adik dan dia baru kelas satu SMP. Saya suka sekali menulis tetapi kadang tulisan saya hanya kebanyakan curhat. Ingin sekali rasanya bisa menerbitkan buku tetapi terlalu banyak kendalanya, dari mulai banyak tugas, main sama teman bahkan saya lebih memilih nonton film dari pada melanjutkan tulisan saya. Selain itu saya juga sangat ceroboh, bahkan saya suka lupa sesuatu hal yang penting. Seperti tanggal lahir orang tua saya dan saya selalu ingat saat harinya sudah lewat. Begitu juga soal kado, dari jauh-jauh hari sudah saya siapkan tetapi sebulan kemudian baru saya ingat.
Sekarang saya beserta keluarga tinggal di Cikarang. Awalnya saya memiliki problematika, dimana saya bingung dari mana asal saya sebenarnya. Saya lahir di kota Kebumen, besar di Jakarta, sekolah di Cikarang dan sekarang pun saya kuliah di Depok. Tapi orang tua saya tidak pernah lupa untuk mengingatkan kalau saya asli dari Jawa Tengah. Saya lahir tanggal 1 Mei 1995 dan artinya umur saya sekarang 19 tahun dan tidak lama lagi 20 tahun. Terkadang saya suka heran kalau semua serba nanggung, kenapa tidak tanggal 2 Mei saja jadi pas waktunya dengan hari pendidikan. Setau saya tanggal 1 Mei itu adalah hari buruh. Entah kenapa saya lahir dimana semua orang lagi pada demo minta kenaikan gaji dan ini benar-benar sangat merepotkan. Biasanya kalau anak-anak yang masih seusia saya, pada saat ulang tahun suka mengadakan acara makan-makan di tempat makan atau jalan-jalan ke Mall. Bayangkan saja semua angkutan umum tidak ada, semua lagi pada demo dan saya bingung. Tidak mungkin jika harus berjalan kaki, karena jaraknya masih terlalu jauh. Akhirnya acaranya pun diganti lain hari dan menurut saya ini tidak sah, karena acara saya selalu sudah lewat dari tanggalnya dan sudah kadaluarsa.
 Tidak hanya itu yang menjadi hal nanggung bagi saya, contohnya adalah nama saya. Novia Permatasari, sudah jelas-jelas Novia berarti November dan seharusnya saya lahir di bulan November. Entah dari mana asalnya orang tua saya memberikan nama itu. Setiap orang yang baru kenal dengan saya pasti sudah menebak kalau saya lahir di bulan November. Pernah ada satu kejadian waktu saya masih sekolah dasar, dimana pada saat tepat bulan November saya mendapat kado ulang tahun. Semua orang juga tau kalau bulan November ke bulan Mei itu jaraknya jauh dan itu adalah kado pertama yang dikasih dari teman. Tapi bagaimanapun juga saya tetap bersyukur. Saya bersyukur terlahir tanggal 1 Mei, saya bersyukur memiliki orang tua yang memberikan nama terbaik dan saya bersyukur atas apa yang Allah berikan selama kehidupan saya. Mungkin saya tidak akan pernah terlahir jika bukan karena orang tua saya dan saya akan selalu tetap bersyukur.
Bicara soal orang tua, saya teringat akan satu hal. Saat mereka tersenyum melihat saya beberapa kali mendapatkan peringkat pertama saat sekolah dulu. Selain itu saya juga pernah memenangkan lomba menulis cerpen walaupun bukan pemenang utama. Sepertinya mereka terlihat senang mengetahui saya memiliki prestasi cukup baik. Tapi bagaimanapun juga saya selalu merasa kalau belum bisa membanggakan mereka, mungkin jika hanya prestasi itu belum cukup. Pengorbanan mereka tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Terkadang saya bingung, harus dengan cara apa untuk membalasnya. Saya belum bisa memberikan apapun kepada mereka. Saya hanya punya tanggung jawab, dimana saat orang tua saya bisa menyekolahkan saya sampai ke perguruan tinggi saat ini. Tanggung jawab saya adalah dimana saya harus lulus dan menjadi sarjana dengan nilai dan pengetahuan yang memuaskan. Itulah tujuannya, saya bertanggung jawab atas itu kepada orang tua saya dan saya harus bisa mentuntaskannya. Mungkin setelah itu orang tua saya akan bangga saat saya mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa membalas semua kebaikan mereka selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar